Assalamualaikum...
Entri sajakku.
Hati ini ‘kuat’ kepadamu
-“mainan syaitan saja tu”
kata-katamu itu masih lagi melekat di dadaku
ada benarnya ayatmu
mungkin banyak syaitan yang bertenggek di kepala aku ni
Kadang kala aku dipuput angin rindu
tapi untuk ku rembeskan kepadamu, sia-sia.
Terkadang, telepati menjengah gegendang telingaku
“Abang rindu Lia,” acap.
Aku tak tahu siapakah dia
cuma aku yakin dialah bakal suamiku
pemilik tulang kiri yang bengkok ini.
Aku cuma ada hati
yang masih kuat ingat kepadamu
Aku sudah berjaya melupaimu
tapi kadang-kala aku menangis merinduimu
-“mainan syaitan saja tu”
kata-katamu itu masih lagi melekat di dadaku
ada benarnya ayatmu
mungkin banyak syaitan yang bertenggek di kepala aku ni
Kadang kala aku dipuput angin rindu
tapi untuk ku rembeskan kepadamu, sia-sia.
Terkadang, telepati menjengah gegendang telingaku
“Abang rindu Lia,” acap.
Aku tak tahu siapakah dia
cuma aku yakin dialah bakal suamiku
pemilik tulang kiri yang bengkok ini.
Aku cuma ada hati
yang masih kuat ingat kepadamu
Aku sudah berjaya melupaimu
tapi kadang-kala aku menangis merinduimu
No comments:
Post a Comment